Karya Tulis RR

Selasa, 27 November 2012

Azas dan Filsafat Penjaskes di Cabor Bulutangkis


A.   Azas, Filsafat dan Penjas


1.      Deskripsi Azas

a.      Pengertian Menurut Kelompok Bulutangkis

Ø  Azas merupakan dasar yang menjadi sumber dari segala sumber yang menjadi acuan penyusunan suatu tata nilai. (Risky Ristanto)
Ø  Azas adalah dasar untuk diperuntukan sebagai patokan dalam membuat tatanan sosial yang legal. (Abrar Husain)
Ø  Azas bisa diartikan sebagai dasar pedoman yang yang menjadi landasan untuk menjalankan suatu aturan yang kompleks. (Imron Adi Saputra)


b.      Hubungan Azas dengan Pendidikan dan Masyarakat

Azas adalah suatu patokan yang bisa dijadikan dasar atau sumber untuk mengembangkan suatu landasan atau peraturan-peraturan yang akan dibuat sebagai tata nilai yang berlaku untuk masyarakat luas umumnya, dan di dalam pendidikan khususnya. Jadi, dalam membuat peraturan-peraturan, kita harus mengikuti pedoman yang berlaku di Negara kita, seperti dasar Negara kita Pancasila. (Kelompok Bulutangkis)


2.      Filsafat

a.      Filsafat Menurut Etimologi

Filsafat berasal dari bahasa Yunani Philosophia, Philo  artinya suka, cinta atau kecenderungan pada sesuatu, sedangkan Sophia  artinya kebijaksanaan. Dengan demikian secara sederhana filsafat dapat diartikan cinta atau kecenderungan pada kebijaksanaan. (wikipedia.org)

b.      Munculnya Filsafat

Filsafat, terutama Filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada (agama) lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.

Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat. (wikipedia.org)



  
c.       Macam-macam Filsafat

Filsafat Barat, adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani kuno.

Filsafat Timur, adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Cina dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ’an sich’ masih lebih menonjol daripada agama.

Filsafat Timur Tengah, Dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi, yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka. (wikipedia.org)

d.      Pengertian Filsafat Menurut Kelompok Bulutangkis

Ø  Filsafat adalah suatu kecenderungan yang mendasar untuk melakukan tindakan yang baik pada manusia. (Risky Ristanto)
Ø  Filsafat berarti kesenangan pada sesuatu yang bersifat baik untuk mencapai suatu kebijaksanaan. (Abrar Husain)
Ø  Filsafat merupakan suatu sifat untuk menyukai suatu kebijaksanaan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. (Imron Adi Saputra)

e.       Hubungan Filsafat dengan Pendidikan dan Masyarakat
Filsafat dapat dijadikan suatu sumber kebijaksanaan untuk dijadikan suatu pegangan atau kecintaan terhadap suatu yang harus ditaatinya. Jadi, filsafat dapat dijadikan sebagai acuan atau pedoman dalam memulai sesuatu, seperti berdiskusi atau yang lainnya, sehingga tidak terjadi hal yang mengganjal. (Kelompok Bulutangkis)

3.      Penjas (Pendidikan Jasmani)

a.      Pengertian Penjas Menurut Kelompok Bulutangkis

Ø  Penjas adalah suatu pendidikan yang mengedepankan kesegaran jasmani bagi manusia. (Risky Ristanto)
Ø  Penjas merupakan suatu kegiatan yang bersifat mendidik dan memusat pada kegiatan olahraga. (Abrar Husain)
Ø  Penjas yang berarti pendidikan jasmani adalah suatu pengajaran yang mengacu pada olahraga dan kesehatan. (Imron Adi Saputra)

b.      Menurut wikipedia.org

Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila. Istilah pendidikan jasmani dibedakan dengan olahraga. Dalam arti sempit olahraga diidentikkan sebagai gerak badan. Olahraga ditilik dari asal katanya dari bahasa jawa olah yang berarti melatih diri  dan rogo (raga) berarti badan. Secara luas olahraga dapat diartikan sebagai segala kegiatan atau usaha untuk mendorong, membangkitkan, mengembangkan dan membina kekuatan-kekuatan jasmaniah maupun rokhaniah pada setiap manusia. (wikipedia.org)

c.       Hubungan Penjas dengan Pendidikan dan Masyarakat

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara perseptual, kognitif, sosial dan emosional. (Kelompok Bulutangkis)




B.     Sejarah Bulu Tangkis

1.      Pengertian Bulu Tangkis

Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu tunggal putra, tunggal, ganda putra, ganda putrid, dan ganda campuran. (wikipedia.org)

2.      Penemuan Bulu Tangkis

a.      Kawasan  Internasional

Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.

Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka. (wikipedia.org)

b.      Kawasan  Regional

Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.

Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
Bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia. (wikipedia.org)

3.      Organisasi Bulu Tangkis

a.      Kawasan  Internasional

Federasi Bulu Tangkis Dunia (The Badminton World Federation (BWF)) adalah organisasi internasional untuk olahraga bulu tangkis. Organisasi ini didirikan pada tahun 1934 sebagai Federasi Bulu Tangkis Internasional (International Badminton Federation) dengan 9 anggota meliputi Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia, dan Wales. Kini, anggotanya bertambah hingga 165 asosiasi bulu tangkis negara dari berbagai belahan dunia. Pertemuan Umum Luar biasa yang digelar di Madrid pada 24 September 2006 menetapkan nama baru yang digunakan hingga sekarang, Badminton World Federation (BWF).

Kantor pusatnya berada di Cheltenham, Inggris Raya sejak organisasi ini didirikan. Namun pada 1 Oktober 2005, kantor pusatnya dipindahkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Presidennya sekarang adalah Kang Young Joong. (wikipedia.org)

b.      Kawasan  Regional

BWF bekerja sama dengan organisasi regional untuk mempromosikan dan membangun bulu tangkis di seluruh dunia. Organisasi regionalnya adalah:

Wilayah
Singkatan
Anggota

BAC
39
    
BEC
51
    
BPA
30
    
BAC
32
    
BO
8
(wikipedia.org)

c.       Kawasan  Nasional

Pada jaman penjajahan dahulu, ada perkumpulan-perkumpulan bulutangkis di Indonesia yang bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan satu cita-cita perjuangan di alam negara merdeka, memang tidak bisa dibiarkan berlangsung terus.Harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai organisasi pemersatu.

Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres. Pada saat itu memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan pulau jawa saja. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI ( Persatuan Olah Raga Replubik Indonesia ).

Usaha yang dilakukan oleh Sudirman Cs dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan hasil. Maka dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI ( Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I : Soedirman, Ketua II : Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I : Amir, Sekretaris II : E. Soemantri, Bendahara I : Rachim, Bendahara II : Liem Soei Liong.

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah / propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda ( Pengurus Dareah ) sedangkan Pengcab ( Pengurus Cabang ) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten. Hingga akhir bulan Agustus 1977 ada 26 Pengda di seluruh Indonesia ( kecuali Propinsi TImor-Timur ) dan sebanyak 224 Pengcab, sedangkan jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan 2000 perkumpulan. (wikipedia.org)

4.      Sarana dan Prasarana Bulu Tangkis







a.      Lapangan
lapangan-bulutangkis.gif



Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.

Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu. (wikipedia.org)



b.      Perlengkapan

·         Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket. (wikipedia.org)

·         Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar. (wikipedia.org)

·         Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik. (wikipedia.org)

·         Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki. (wikipedia.org)

c.       Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis

§  Cara Memegang Raket

Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:

1. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.

2. Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.

3. Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar. (wikipedia.org)

§  Teknik Pukulan

Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:

1. Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu: a. Pukulan servis pendek b. Pukulan servis panjang c. Pukulan servis mendatar d. Pukulan servis cambuk

2. Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulitangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat di lakukan dengan dua cara. yaitu: a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang. b. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang. (wikipedia.org)

5.      Peraturan Bulu Tangkis

a.      Area Service

Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.

Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.

Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:

Sistem pindah bola

·         Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai "orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
·         Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.
·         Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
·         Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh "orang pertama".

Sistem reli poin

·         Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
·         Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
·         Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.
(wikipedia.org)

b.     Sistem perhitungan poin

Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set. (wikipedia.org)

6.      Kejuaraan atau Event Bulu Tangkis

a.        Internasional

b.        Regional
BPAKejuaraan Bulu Tangkis Pan Am (wikipedia.org)

c.       Nasional

Pekan Olahraga Nasional, PON yang diadakan setiap empat tahun sekali memiliki nomor bulu tangkis. Bulu tangkis pada PON ini merupakan level tertinggi dari beberapa kejuaraan yang ada di Indonesia.

Kejuaraan Nasional, Kejurnas merupakan kejuaraan yang satu tempat di bawah level PON. Nomor perseorangan dewasa dilaksanakan setiap dua tahun sekali, sedangkan nomor perseorangan taruna satu tahun sekali. Selain itu, ada nomor beregu campuran yang diadakan setiap satu tahun sekali pula.

Kejuaraan Liga Bulu tangkis, Kejuaraan Liga Bulu tangkis adalah sebuah kejuaraan beregu yang mengambil format Piala Thomas dan Piala Uber. Kejuaraan Liga Bulu tangkis dimulai pada tahun 2007, meskipun sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2003.

Kejuaraan Sirkuit Nasional, Sirkuit Nasional adalah kejuaraan yang dipakai sebagai tolak ukur pembinaan prestasi nasional bulu tangkis dengan memakai sistem poin. Dalam satu tahun, PB PBSI memberikan tahapan kejuaraan sirkuit nasional dengan adanya lima sirkuit nasional dalam satu tahun. Sedangkan yang menjadi juara dengan poin tertinggi, diprioritaskan menjadi atlet pelatnas.

Kejuaraan Multi-Daerah dan Kejuaraan Daerah, Kejuaraan ini merupakan kejuaraan bulu tangkis yang diprioritaskan oleh masing-masing provinsi. Kejuaraan ini juga dikenal dengan nama Piala Gubernur. Pihak penyelenggara adalah PBSI di provinsi masing-masing. (wikipedia.org)

C.   Tata Nilai

Bulu tangkis adalah salah satu cabang olahraga dari permainan bola kecil yang banyak digemari oleh rakyat baik dari anak-anak sampai orang tua. Banyak tata nilai yang terkandung di dalam sebuah  pertandingan bulutangkis, diantaranya:

A.    Taat Aturan

Hal ini yang paling mendasar dalam sebuah pertandingan agar tercipta pertandingan yang baik.

B.     Disiplin

Merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Ada beberapa factor yang mendukung, seperti:
·                     Disiplin Waktu
·                     Tegas



C.    Tanggung Jawab

Adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang dinamakan hak.

D.    Sportif

Adalah sikap bersedia menerima suatu keadaan dalam suatu pertandingan baik kalah atau pun menang, dan ikhlas untuk menerimanya. Bisa dikatakan juga sikap jujur dalam situasi tertentu. Ada beberapa factor yang mendukung, seperti:
·                     Berani
·                     Pemaaf
·                     Jujur

E.     Rendah Hati

Adalah sifat yang mengedepankan kelapangan dada dalam menerima sebuah kenyataan di lapangan. Ada beberapa factor yang mendukung, seperti:
·                     Objektif
·                     Adil
·                     Sabar

F.     Tanggap

Adalah sikap untuk cepat beradaptasi di sebuah ajang dan menerima stimulus yang ada. Ada beberapa factor yang mendukung, seperti:
·                     Kerjasama
·                     Cepat Tepat

G.    Percaya Diri

Adalah sifat yang menunjukan kepercayaan seseorang untuk bermain baik dan prima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar