Karya Tulis RR

Selasa, 27 November 2012

Atletik


A.   Pengertian
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

B.   Sejarah
Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama di tahun 776 sebelum Masehi, dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade.

Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa:
a.    Panhellenik Games The Pythian Game (dimulai 6 Sebelum Masehi) digelar di Argolid setiap dua tahun.
b.    The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun.
c.     The Roman Games Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama 527 Sebelum Masehi digelar di Delphi tiap empat tahun.
d.    The Nemean Games (dimulai 51 SM, memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.

Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertama kali pada tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Eeck Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yang diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.
Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat di dalam trek. Atletik termasuk di dalam Olimpiade modern pada tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian. Wanita pertama kali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928.
Sebuah badan pengelola internasional, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor pada tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.
AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya.

C.   Nomor Perlombaan

a.    Nomor Jalan
-       Jalan Santai
-       Jalan Cepat : 5.000 m dan 10.000 m

b.    Nomor Lari
-       Lari Jarak Pendek : 100 m, 200 m dan 400 m
-       Lari Jarak Menengah : 800 m dan 1500 m
-       Lari Jarak Jauh : 3.000 m (melewati rintangan gawang dan rintangan air dengan gawang di depannya), 5.000 m dan 10.000 m
-       Lari Estafet : 4x100 m dan 4x400 m
-       Lari Gawang : 100 m dengan tinggi gawang 100 cm (putri), 110 m dengan tinggi gawang 110 cm (putra) dan 400 m (putri 110 cm, putra 110 cm)
-       Lari Marathon : 42.195 km

c.     Nomor Lompat
-       Lompat Jauh
-       Lompat Tinggi
-       Lompat Jangkit
-       Lompat Galah

d.    Nomor Lempar
-       Lempar Lembing : putra (260 cm, 800 gr), putri (220 cm, 600 gr)
-       Lempar Cakram : putra (senior 2 kg, junior 1 kg), putri (1 kg)
-       Tolak Peluru : putra (senior 7,257 kg, junior 5,257 kg), putri (4 kg)
-       Lontar Martil : putra (senior 7,257 kg, junior 5,257 kg), putri (4 kg)



D.   Gambar Track and Field
Masing-masing nomor perlombaan dalam atletik mempunyai arena yang berbeda-beda, sebagai berikut:

a.    Nomor Jalan dan Lari










Gambar 1.1

b.    Nomor Lompat








Gambar 1.2                                                Gambar 1.3
c.    Nomor Lempar







     Gambar 1.4                                   Gambar 1.5








       Gambar 1.6                                   Gambar 1.7

E.    Teknik dan Gaya dalam Nomor Atletik

1.    Macam-macam Start
A.    Start Jongkok (Crouching Start)
a.  Start Pendek (Bunch Start) : Berdiri tegak dengan kedua kaki sedikit rapat, lengan di samping badan dan pandangan lurus ke depan. Jari-jari kaki ke belakang kira-kira segaris dengan tumit kaki depan, jarak antara kedua kaki kira-kira satu telapak tangan.
b.  Start Menengah (Medium Start) : Sikap sama dengan Start Pendek. Lutut kaki belakang di samping jari-jari kaki depan dengan jarak kira-kira satu kepal tangan. Kedua tangan selebar bahu atau lebih.
c.   Start Panjang (Long Start) : Sikap sama dengan Start Menengah. Salah satu kaki ke depan dengan jari-jari kaki menghadap ke depan. Lutut kaki belakang segaris dengan tumit kaki depan atau lebih mundur lagi, jari kaki belakang ditekuk ke bawah. Jarak kedua tangan selebar bahu atau lebih.
B.    Start Melayang (Flying Start)
C.    Start Berdiri (Standing Start)

2.    Cara Menerima Tongkat Estafet
A.    Visual
Dengan menoleh atau melihat ke belakang dan ini hanya digunakan untuk Lari Estafet yang berjarak 4x400 meter.
B.    Non Visual
Cara ini di gunakan dengan tidak menoleh ataupun melihat ke belakang, karena jarak yang di gunakan terlalu pendek yaitu 4x100 meter.
Untuk panjang tongkat estafet : 29,21 cm. Diameter tongkat estafet : untuk Dewasa 3,81 cm dan untuk Anak-anak 2,54 cm.

3.    Gaya dalam Lompat Jauh
A.    Gaya Jongkok (Ortodoks)
Saat setelah menolah kaki tumpu ditarik ke depan sejajar kaki ayun hampir merapat di dada, kedua lutut hampir lurus dan kedua tangan lurus di depan atas. Pada saat akan mendarat kedua tangan diluruskan ke bawah, kedua lutut sedikit dibengkokan dan pandangan ke depan bawah.
B.    Gaya Menggantung (Schneeper)
Pada saat setelah menolak kaki ayun ditarik ke belakang sejajar kaki tumpu, kedua tangan lurus ke belakang atas dan pandangan ke depan. Pada saat akan mendarat kedua tangan ditarik lurus ke bawah belakang, kedua lutut sedikit dibengkokan dan pandangan ke depan bawah.
C.    Gaya Jalan di Udara (Walking in the Air)
Pada saat setelah menolak kaki tolak ditarik ke depan kaki ayun, kedua tangan lurus ke depan atas sambil menjaga keseimbangan dan pandangan ke depan. Pada saat akan mendarat kedua tangan lurus ke belakang bawah, kedua kaki hampir lurus sambil kedua lutut rapat di dada dan pandangan ke depan bawah.

4.    Gaya dalam Lompat Tinggi
A.    Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting.

B.    Gaya Guling Sisi (Western Roll) 
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.
C.    Gaya Guling (Straddle) 
Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil. Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk. Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.
D.    Gaya Fosbury Flop
Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran ke dalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.

5.  Cara Memegang Lembing
A . Cara Finlandia 
Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hamper menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari ndiletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
B.    Cara Amerika 
Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong hamper menuju ke arah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
C.    Cara Menjepit
Caranya hanya  menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari-jari lainnya memegang biasa.

6.  Gaya dalam Tolak Peluru
A.    Gaya Ortodoks (Menyamping)
Berdiri tegak menyamping kea rah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dibengkokkan ke depan, sedikit serong ke samping kanan, berat badan berada pada kaki kanan, dan badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dibengkokkan, berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan diarahkan kea rah sasaran (tolakan).
B.    Gaya O’Brien (Membelakangi)
Hal yang membedakan antara gaya ortodoks dan gaya O’Brien adalah sikap awal. Pada gaya ortodoks sikap badan menyamping, sedangkan pada gaya O’Brien membelakangi arah tolakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar